Artikel

Kata Santri, Nanti Terbaik pada Waktunya

Yang terbaik akan mengantarkanmu ke Jannah-Nya. Rumah tangga yan terbaik adalah yang sakinah hingga ke surga. Bukan perihal ia cepat datang atau tidak, namun tentang ia berhasil membangn surge atau tidak”. (Ummu Kalsum Iqt)

Menunggu terkadang menjemukan, penuh ujian dan kesabaran. Hal itu yang dirasakan oleh para jomblo. Bukan hanya itu, hal ini juga berhubungan dengan masalah keimanan. Ada sebuah rasa yakin tentang seseorang di masa depan. Mereka yamg yakin bahwa jodohnya telah disiapkan oleh Allah, Insya Allah di setiapa harinya akan diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, sebagaimana novelis Ayyub Muhajad berkata “Penantian seindah mutiara”.

Penantian seindah mutiara akan kita rasakan jika hari-hari kita diisi dengan ketakwaan. Tidak selalu galau menanyakan keatangannya, bagaimana keadaannya?, mengapa belum datang?, bagaimana kalua dia tak kunjung hadir?, Ya Allah siapakah jodohku?, jangan-jangan… Bla…, Bla…, Bla… . Hal ini akan mengganggu pada kita yang tidak menyibukkan diri. Beda halnya dengan kita yang menyibukkan diri, berkreasi, sibuk ibadah, serta kebiasaan-kebiasaan baik dalam masa penantian. Ia yang semacam ini tidak akan merasa sesal di dada, meyakini jodohnya telah disiapkan oleh Allah, dan Allah-Lah yanga akan memberi jalan yang terbaik baginya.

Sebagaimana kata Bang Tere Liye, jagoan akan selalu muncul belakangan. Sama halnya dengan jodoh, yang terbaik akan selalu hadir belakangan. Karena orang ang tepat terkaang Allah hadirkan tidak cepat. Ia mungkin belum datang, bukan karena tersesat, bukan karena terlambat. Tapi, yakinlah mungkin hari ini belum menjadi waktu antara dirimu dan dirinya untuk bersatu. Husnudzanlah pada Allah yang akan mempertemukanmu dengannya di waktu yan tepat, ketika sama-sama siap, sama-sama kuat, saling menjaga, mempesona dalam iman dan ketakwaan.

Perbaiki sajalah dulu dirimu, fokus untuk memperbaiki diri, menata akhlaq seindah mungkin, mengerenkan prestasi. Hal tersebut lebih baik dari pada kita diam saja lalu mengikutu pergaulan ria. Allah berfirman yang artinya: “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji (pula). Sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)”. Akankah semuanya berakhir sampai ke surga?. Semoga…..[]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button