ArtikelUncategorized

Saya Santri, Saya Gaul

jadi yang dinamakan anak gaul itu bukan berarti anak yang all out dengan bebas kelewat batas. Lepas dari nilai Islam. Islam tidak pernah melarang umatnya untuk keren. Karena di sini maksudnya gak “kumuh”. Bahkan Islam menganjurkan umatnya untuk tampil rapi dan meyakinkan. Karena itu merupakan bagian dari adab bergaul dengan masyarakat. Dengan kata lain kita, kita tidak boleh tampil kucel and dengkil.

Bila kamu lagi bicara soal musik, film, atau bola jangan sampai itu membuatmu terobsesi untuk bisa tampil sama seperti para pelakunya. Malah kamu jangan Cuma gaul dalam urusan-urusan tadi saja. Tapi, wajib gaul juga soal hokum dan pemikiran Islam secara lebih luas. Caranya?, Ya ngaji donk non!.

Tentu harus dipahami bahwa dalam kondisi masyarakat yang amburadul seperti sekarang ini, kita harus selektif, buat apa tampil gaul kalau harus mengorbankan akidah dan kepribadian Islam supaya bisa selamat dunia dan akhirat. Meski tantu saja, Islam tak pernah alergi dengan yang namanya perkembangan zaman. Tapi degan catatan, hal itu sesuai dengan ajaran Islam. Jadi begitu Cing!!!.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button