ArtikelUncategorized

Saya Santri, Saya Ingin Seperti Imam Suyuthi; Sebuah Biografi Imam Suyuthi

Semenjak dari ibtidaiyah sampai ke jenjang Aliyah, nama Imam As-Suyuthi tidak asing lagi di telinga, ya, karna kitab-kitab karya beliau selalu menjadi salah satu fan pelajaran di Pendidikan Pesantren, mulai dari tingkat ibtidaiyah sampai ke tingkat Aliyah. Dari kitab Tafsirul Jalalain sampai kitab Asybahu wan nadoir.

Pertanyaannya. Taukah kita secuil saja,. Tentang biografi beliau? atau paling tidak nama asli beliau saja?

Tentu sangat aneh bila kita mempelajari kitab-kitab karangan Imam Suyuthi sejak dini sampai sekarang, tapi tidak tahu sekelumit saja tentang biografi lengkap beliau.                                                                                                   -Nama asli Imam As-Suyuthi.

As-Suyuthi hanyalah nama nisbat beliau, bukan nama aslinya, sedangkan nama aslinya adalah Abdur Rohman. Beliau putra dari Syekh Abu Bakar, kakek beliau adalah Muhammad bin Sabikuddani As-Suyuthi.                                                                                                                                                                                                              -TTL As-Suyuthi.

Beliau lahir setelah maghrib pada malam ahad tepat pada permulaan bulan Rajab, tahun 849 H.                                  -Kehidupan Imam As-Suyuthi.

Beliau hidup tanpa ayah (yatim), ayah beliau wafat ketika Suyuthi kecil masih berumur 5 tahun. Tapi, meskipun masa kecil beliau tanpa ada bimbingan dari ayah sejak umur 5 tahun, Imam As-Suyuthi sudah hafal Al-Quran ketika masih berumur 8 tahun, tepatnya 3 tahun setelah di tinggal ayah tercinta.

Lebih hebatnya lagi di umur 8 tahun tersebut Imam As-Suyuthi juga bisa mengarang kitab yang bernama Sarah Isti’adatu Wabasmalah kitab itu adalah kitab pertama karangan Imam As-Suyuthi.                                                             -Imam As-Suyuthi tidak suka Falsafat.

Dalam kitab Husnul Muhadoroh Imam As-Suyuthi bercerita tentang rihlah ilmiah beliau sendiri.

Beliau berkata “Aku sudah berkunjung ke negara Syam,Hijaz,India, dan Maroko…… di awal 3 aku menuntut ilmu, Aku membaca tentang Falsafat Mantiq, kemudian Allah menampakkan kebenciannya di dalam hatiku pada ilmu Falsafat tersebut, kemudian Aku beralih pada ilmu Hadis, ternyata ilmu Hadis adalah semuliya-muliyanya ilmu.                                                                                                                                                     -Imam As-Suyuthi Ulama Multi Talenta.

Dalam kitab Isbahu Wanadoir beliau juga bercerita tentang dirinya sendiri “Aku di beri rizki oleh Allah, bisa menguasai 7 macam bidang ilmu yaitu: Tafsir,Hadist,Fikih,Nahwu,Ma’ani,Bayan, dan Badi’.                                  Karangan beliau kurang lebih sudah mencapai 600 karangan.                                                                                        -Kehebatan Imam As-Suyuthi.

Beliau pernah mengaku bahwa beliau bertemu langsung dengan Baginda Nabi Muhammad SAW dalam Alam Sadar (bukan alam mimpi) sebanyak 75 kali.

Ketika sudah memasuki usia senjanya, tepatnya ketika beliau sudah berumur 40 tahun, beliau mengambil keputusan untuk fokus didalam ibadah, beliau sudah tidak lagi mengeluarkan fatwa dan mengajar, dan berpaling dari dunia dan isinya..

Beliau tidak sekalipun membuka pintu rumahnya dan jika ada Pejabat atau Orang Kaya mendatangi beliau dengan membawa Harta, beliau menolaknya.                                                                                                                     -Wafatnya Imam Suyuthi.

Imam Suyuthi wafat pada malam yang khidmat yaitu malam Jum’at. Tanggal 19 Jumadil Ula 911 H. di kediamannya Raudlatul mazyas, akibat sakit parah selama 7 hari, beliau pun di makamkan di tempat yang bernama Hus Kusun.

Semoga beliau dikumpulkan Bersama orang-orang Sholeh amiin.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button