amdk santri kartun

Dalam mengarungi lautan ilmu, banyak kisah unik yang dijalani oleh para ulama. Ada yang bermalam-malam bernostalgia dengan kitab di dalam kamar hingga lupa makan, minum bahkan ada yang—hampir—lupa menikah. mereka rela jomblo demi rihlah ke berbagai kota hanya untuk mencari sepotong hadits dari Nabi. Anda tidak percaya, berikut kami kisahkan.

Ibnu Jarir at-Thobari

Dalam disiplin ilmu tafsir, nama beliau tidak asing lagi. Riwayat hidupnya, beliau hafal al-Quran pada umur 7 tahun dan mulai menulis hadits pada umur sembilan tahun. Semasa hidupnya tidak pernah bertemu Imam Ahmad bin Hanbal sebab ketika masuk Baghdad dia mendengar kabar bahwa Imam Ahmad bin hanbal telah tiada. Beliau mencari ilmu dan sanad hadits ke berbagai negara termasuk Khurasan, Irak, Syam dan Mesir. Di antara karangannya adalah Jâmiul Bayân ‘an Wujûhut Takwil Âyil Qurân, Târikh Rusûl Anbiyâ’ wal Mulûk Wal Umâm. Abu bakar bin khuzaimah pernah memuji beliau “Setelah saya baca karyanya, saya tidak menemukan seseorang yang yang alim di muka bumi ini seperti beliau”. Ibnu Jarir wafat saat berumur 86 tahun dan tidak pernah menikah sepanjang hidupnya.

Baca Juga: Santri Dakwah Pakai Sosmed

Di kisah yang sama, ada Abu Qasim Mahmud bin Umar Az-zamakhsyari yang dikenal dengan Az-Zamakhsyari. Karangannya al-Kasyyâf fî Tafsîril Qurân telah membawa namanya booming di kalangan mufassirin. Beliau hidup pada tahun 467 H. Dalam menjalankan rihlah ilmiyahnya, beliau sangat antusias dalam berbagai disiplin ilmu seperti Balaghah, Nahwu, Sejarah dan Tafsir. Beliau wafat pada tahun 538 H. saat berumur 71 tahun. Sama halnya dengan imam at-Thobari, beliau juga tidak pernah mengenyam manisnya duduk di perlaminan.

Begitulah ‘secuil’ biografi para ulama salaf dalam memperjuangkan agama Allah. Kok secuil? Ya, karena masih banyak para ulama jomblo. Dan pastinya akan kami sajikan di edisi selanjutnya. Lebih lanjutnya bisa dibaca di Mu’jamul Udaba’ (928/Yaq/m/C.01), Tarikhul Baghdad (2×9.8/Kha/t/C.02), dan Wafayâtu A’yan (2×9.8/Iub/w/C.01)